Tugas Manajemen 4 Aspek, Fungsi dan Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Aspek, Fungsi dan Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Kelas
Aspek Manajemen Kelas
Aspek Aspek-aspek yang perlu
diperhatikan dalam manajemen kelas yang baik adalah : sifat kelas, pendorong
kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan efektif dan kreatif. (Maman
Rachman:1999)
Kegiatan manajemen kelas sebagai aspek
manajemen kelas di SD :
a. Mengecek kehadiran
b.
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
c.
Pendistribusian alat dan bahan
d.
Mengumpulkan informasi dari siswa
e.
Mencatat data
f. Pemeliharaan arsip
g. Menyampaikan materi pelajaran
h. Memberikan tugas
Fungsi Manajemen Kelas
Fungsi manajemen kelas sebenarnya
merupakan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang diaplikasikan di dalam kelas
oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapinya.
a.
Perencanaan
b.
Pengorganisasian
c. Penggerakan
d.
Pengarahan
e. Pengkoordinasian
f. Pengendalian
g.
Inovasi
a. Merencanakan
Merencanakan adalah membuat suatu
target-target yang akan dicapai atau diraih di masa depan. Dalam organisasi
merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan secara matang arah,
tujuan dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/teknik
yang tepat. Merencanakan pada dasarnya membuat keputusan mengenai arah yang
akan dituju, tindakan yang akan diambil, sumber daya yang akan diolah dan
teknik/metode yang dipilih untuk digunakan. Rencana mengarahkan tujuan
organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Prosedur itu
dapat berupa pengaturan sumber daya dan penetapan teknik/metode. Keberadaan
suatu rencana sangat penting bagi organisasi karena rencana berfungsi untuk:
a) Menjelaskan dan merinci tujuan yang
ingin dicapai
b)
Memberikan pegangan dan menetapkan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan tersebut
c)
Organisasi memperoleh standar sumber daya terbaik dan mendayagunakannya sesuai
tugas pokok fungsi yang telah ditetapkan.
d)
Menjadi rujukan anggota organisasi dalam melaksanakan aktivitas yang konsisten
prosedur dan tujuan.
e)
Memberikan batas kewenangan dan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana
f)
Memonitor dan mengukur berbagai keberhasilan secara intenship sehingga bisa
menemukan dan memperbaiki penyimpangan secara dini.
g)
Memungkinkan untuk terpeliharanya persesuaian antara kegiatan internal dengan
situasi eksternal
h)
Menghindari pemborosan.
Secara sederhana merencanakan adalah
suatu proses merumuskan tujuantujuan, sumber daya, dan teknik/metode yang
terpilih.
b. Mengorganisasikan
Setelah mendapat kepastian tentang
tujuan, sumber daya dan teknik/metode yang digunakan untuk mencapai tujuan
tersebut, lebih lanjut manajer melakukan upaya pengorganisasian agar rencana
tersebut dapat dikerjakan oleh orang ahlinya secara sukses.
Mengorganisasikan adalah proses
mengatur, mengalokasikan dan mendistribusikan pekerjaan, wewenang dan sumber
daya diantara anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Stoner
(1996:11) menyatakan bahwa mengorganisasikan adalah proses mempekerjakan dua
orang atau lebih untuk bekerjasama dalam cara tersturktur guna mencapai sasaran
spesifik atau beberapa sasaran. Mengorganisasikan berarti: (1) menentuan sumber
daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi, (2)
merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang mampu membawa
organisasi pada tujuan, (3) menugaskan seseorang atau kelompok orang dalam
suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu, (4) mendelegasikan wewenang
kepada individu yang berhubungan dengan keleluwasaan melaksanakan tugas.
Dengan rincian tersebut, manajer membuat
suatu struktur formal yang dapat dengan mudah dipahami orang dan menggambarkan
suatu posisi dan fungsi seseorang di dalam pekerjaannya. Mengorganisasikan
sangat penting dalam manajemen karena membuat posisi orang jelas dalam struktur
dan pekerjaannya dan melalui pemilihan, pengalokasian dan pendistribusian kerja
yang professional, organisasi dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
c. Memimpin
Memimpin institusi pendidikan lebih
menekankan pada upaya mengarahkan dan memotivasi para personil agar dapat
melaksanakan tugas pokok fungsinya dengan baik. Memimpin menurut Stoner (1996:11)
adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan
pekerjaan dari anggota kelompok atau seluruh organisasi. Seorang pemimpin dalam
melaksanakan amanatnya apabila ingin dipercaya dan diikuti harus memiliki sifat
kepemimpinan yang senantiasa dapat menjadi pengarah yang didengar ide dan
pemikirannya oleh para anggota.Hal ini tidak semata mata mereka cerdas membuat
keputusan tetapi dibarengi dengan memiliki kepribadian yang dapat dijadikan
suri tauladan.
d. Mengendalikan
Mengendalikan institusi pendidikan
adalah membuat institusi berjalan sesuai dengan jalur yang telah ditetapkan dan
sampai kepada tujuan secara efektif dan efisien. Perjalanan menuju tujuan
dimonitor, diawasi dan dinilai supaya tidak melenceng atau keluar jalur.
Apabila hal ini terjadi harus dilakukan upaya mengembalikan pada arah semula.
Dari hasil evaluasi dapat dijadikan informasi yang harus menjamin bahwa
aktivitas yang menyimpang tidak terulang kembali. Pengendalian adalah proses
untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang
direncanakan.
Proses pengendalian dapat melibatkan
beberapa elemen yaitu; (1) menetapkan standar kinerja, (2) mengukur kinerja,
(3) membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan, (4)
mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan. Masalah pengelolaan
kelas menurut M. Entang dan T. Raka Joni (1983:12) dikelompokkan menjadi dua
kategori yaitu masalah individual dan masalah kelompok (meskipun perbedaan
keduanya merupakan tekanan saja). Tindakan pengelolaan kelas yang dilakukan
guru akan efektif apabila ia dapat mengidentifikasi dengan tepat hakekat
masalah yang sedang dihadapi, sehingga pada gilirannya ia dapat memilih
strategi penanggulangan yang tepat pula.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Manajemen Kelas
Berhasilnya manajemen kelas dalam
memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut melakat pada
kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru. Untuk mewujudkan pengelolaan kelas
yang baik, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
Kondisi fisik
Lingkungan fisik
Tempat belajar mempunyai pengaruh
penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan
memenuhi syarat minimal mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran
dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran.
Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a. Ruangan tempat berlangsungnya proses
belajar mengajar Ruangan tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak
leluasa, tidak berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu
dengan lainnya pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas
tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika
ruangan itu tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang
mempunyai nilai pendidikan.
b. Pengaturan tempat duduk. Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka,
dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat
duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c. Ventilasi dan pengaturan cahaya Suhu,
ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit mengatur karena sudah ada)
adalah aset penting untuk terciptamya suasana belajar yang nyaman. Oleh karena
itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan siswa.
d. Pengaturan penyimpanan barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau
segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang
yang karena nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan di ruang kelas seperti
buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya
ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan
siswa.Tentu saja masalah pemeliharaan juga sangat penting dan secara periodik
harus dicek dan recek.
Hal lainnya adalah pengamanan
barang-barang tersebut. Baik dari pencurian maupun barangbarang yang mudah
meledak atau terbakar. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penciptaan
lingkungan fisik tempat belajar adalah kebersihan dan kerapihan. Seyogyanya
guru dan siswa turut aktif dalam membuat keputusan mengenai tata ruang,
dekorasi dan sebagainya.
Kondisi Sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akan
mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi
sosio-emosional tersebut meliputi :
a. Tipe kepemimpinan Peranan guru dan
tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah
guru melaksanakan kepemimpinannya secara demokratis, laisez faire atau
demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b. Sikap guru Sikap guru dalam
menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan
tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku siswa akan dapat
diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilah tingkah lakunya bukan
membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat sehingga ia insyaf akan
kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang
menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk
memperbaiki kesalahannya.
c. Suara guru Suara guru, walaupun bukan
faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang
melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga
tidak terdengar oleh siswa akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi
membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya
relatif rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan
kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa untuk memperhatikan
pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan siswa.
d. Pembinaan hubungan baik (raport)
Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa dalam masalah
pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan terciptanya hubungan
baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira, penuh gairah dan
semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan belajar yang sedang
dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
Kondisi Organisasional
Kegiatan rutin yang secara
organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat sekolah akan dapat
mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin yang telah diatur
secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa secara terbuka
sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya pada diri setiap
siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka akan terbiasa bertingkah laku
secara teratur dan penuh disiplin pada semua kegiatan yang bersifat rutin itu.
Kegiatan rutinitas tersebut antara lain:
1.
Pergantian pelajaran
2.
Guru berhalangan hadir
3.
Masalah antar siswa
4.
Upacara bendera
5.
Kegiatan lain.
DAFTAR RUJUKAN
Maman Rahman, 1998, Manajemen Kelas, Proyek Pendidikan
Guru Sekolah Dasar, Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.
A.F.Stoner James, DKK, 1996, Manajemen, Edisi Bahasa
Indonesia, Penerbit PT. Prenhallindo, Jakarta
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya lengkap sekali kak
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat membabtu sekali
BalasHapusTerimakasih. Materinya bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan di lapangan nantinya🙏
BalasHapussangat bermanfaat kak
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakak
BalasHapusTerimakasih blog nya sangat bagus dan bermnfaat
BalasHapusMaterinya bagus dan membantu sekali 👍
BalasHapus