Tugas 12
TAHAPAN
PENANGGULANGAN DISIPLIN KELAS
A. Tindakan Preventif
Tindakan pencegahan adalah tindakan yang dilakukan
sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang mengganggu kondisi optimal
berlangsungnya pembelajaran. Keberhasilan dalam tindakan pencegahan merupakan
salah satu indikator keberhasilan manajemen kelas. Konsekuensinya adalah guru
dalam menentukan langkah-langkah dalam rangka manajemen kelas harus merupakan
langkah yang efektif dan efisien untuk jangka pendek maupun jangka
panjang.
Adapun langkah-langkah pencegahannya (Maman Rahman :
1998) sebagai berikut :
a. Peningkatan
Kesadaran Diri Sebagai Guru
Langkah peningkatan kesadaran diri
sebagai guru merupakan langkah yang strategis dan mendasar, karena dengan
dimilikinya kesadaran ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa
memiliki yang merupakan modal dasar bagi guru dalam melaksanakan tugasnya.
Implikasi adanya kesadaran diri sebagai guru akan tampak pada sikap guru yang
demokratis, sikap yang stabil, kepribadian yang harmonis dan berwibawa.
Penampakan sikap seperti itu akan menumbuhkan respon dan tanggapan positif dari
peserta didik.
b.
Peningkatan Kesadaran Peserta Didik
Interaksi positif antara guru dan peserta didik
dalam proses pembelajaran terjadi apabila dua kesadaran (kesadaran guru dan
peserta didik) bertemu. Kurangnya kesadaran peserta didik akan menumbuhkan
sikap suka marah, mudah tersinggung, yang pada gilirannya memungkinkan peserta
didik melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji yang dapat mengganggu
kondisi optimal dalam rangka pembelajaran. Untuk meningkatkan kesadaran peserta
didik, maka kepada mereka perlu melaksanakan hal-hal tersebut :
(1) memberitahukan akan hak dan kewajibannya sebagai
peserta didik.
(2) memperhatikan kebutuhan, keinginan dan dorongan
para peserta didik.
(3) menciptakan suasana saling pengertian.
c. Sikap Polos Dan Tulus Dari Guru
Guru hendaknya bersikap polos dan
tulus terhadap peserta didik. Sikap ini mengandung makna bahwa guru dalam
segala tindakannya tidak boleh berpura-pura bersikap dan bertindak apa adanya.
Sikap dan tindak laku seperti itu sangat mempengaruhi lingkungan belajar,
karena tingkah laku, cara menyikapi dan tindakan guru merupakan stimulus yang
akan direspon atau diberikan reaksi oleh peserta didik.
Kalau stimuli itu positif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. Sikap hangat, terbuka, mau mendengarkan harapan atau keluhan para siswa,akrab dengan guru akan membukakemungkinan terjadi interaksi dan komunikasi wajar antara guru dan peserta didik.
Kalau stimuli itu positif maka respon atau reaksi yang akan muncul adalah negatif. Sikap hangat, terbuka, mau mendengarkan harapan atau keluhan para siswa,akrab dengan guru akan membukakemungkinan terjadi interaksi dan komunikasi wajar antara guru dan peserta didik.
d.
Mengenal Dan Mngenal Alternatif
Pengelolaan Untuk mengenal dan
menemukan alternatif pengelolaan, langkah ini menuntut guru :
(1)
melakukan tindakan identifikasi berbagai penyimpangan tingkah laku peserta
didik baik individual maupun kelompok. Penyimpangan perilaku peserta didik baik
individual maupun kelompok tersebut termasuk penyimpangan yang disengaja
dilakukan peserta didik yang hanya sekedar untuk menarik perhatian guru atau
teman-temannya.
(2) mengenal berbagai pendekatan dalam manajemen
kelas. Guru hendaknya berusaha menggunakan pendekatan manajemen yang dianggap
tepat untuk mengatasi suatu situuasi atau menggantinya guru lainnya yang gagal
atau berhasil sehingga dirinya memiliki alternatif yang bervariasi dalam
menangani berbagai manajemen kelas.
e.
Menciptakan Kontrak Sosial.
Penciptaan kontrak sosial pada
dasarnya berkaitan dengan “standar tingkah laku” yang diharapkan seraya memberi
gambaran tentang fasilitas beserta keterbatasannya dalam
memenuhi kebutuhan peserta didik. Pemenuhan kebutuhan tersebut sifatnya
individual maupun kelompok dan memenuhi tuntutan dan kebutuhan sekolah. Standar
tingkah laku ini dibentuk melalui kontrak sosial antara sekolah/guru dan
peserta didik norma atau nilai yang turunnya dari atas dan tidak dari bawah,
jadi sepihak, maka akan terjadi bahwa norma itu kurang dihormati dan ditaati.
Oleh sebab itu, dalam rangka mengelola
kelas norma berupa kontrak sosial (tata tertib) dengan sangsinya yang mengatur
kehidupan didalam kelas, perumusannya harus dibicarakan atau disetujui oleh
guru dan peserta didik. Kebiasaan yang terjadi dewasa ini bahwa aturan-aturan
sebagai standar tingkah laku berasal dari atas (sekolah/guru). Para peserta
didik dalam hal ini hanya menerima saja apa yang ada. Mereka tidak memiliki
pilihan lain untuk menolaknya. Konsekuensinya terhadap kondisi demikian
memungkinkan timbulnya persoalan- persoalan dalam pengelolaan kelas karena
pesertan didik tidak merasa turut membuat serta memiliki peraturan sekolah yang
sudah ada tersebut. Saling menghormati dan keterbukaan antara guru dan peserta
didik.
B. Tindakan Kuratif
Kegiatan yang bersifat penyembuhan mengikuti langkah
sebagai berikut :
a.
Mengidentifikasi masalah
Pada langkah ini, guru mengenal atau
mengetahui masalah-masalah pengelolaan kelas yang timbul dalam kelas. Berdasar
masalah tersebut guru mengidentifikasi jenis penyimpangan sekaligus mengetahui
latar belakang yang membuat peserta didik melakukan penyimpangan tersebut.
b. Menganalisis
masalah
Pada langkah ini, guru menganalisis
penyimpangan peserta didik dan menyimpulkan latar belakang yang membuat peserta
didik melakukan penyimpangan tersebut.
c. Menilai
alternatif-alternatif pemecahan
Pada langkah ini guru menilai dan
memilih alternatif pemecahan masalah yang dianggap tepat dalam menanggulangi
masalah.
d.
Mendapatkan balikan
Pada langkah ini guru melaksanakan monitoring, dengan
maksud menilai keampuhan pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih
untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan yang direncanakan. Kegiatan kilas
balik ini dapat dilaksanankan dengan diadakan pertemuan dengan para peserta
didik. Maksud pertemuan perlu dijelaskan oleh guru sehingga peserta didik
mengetahui serta menyadari bahwa pertemuan diusahakan dengan penuh ketulusan,
semata-mata untuk perbaikan, baik untuk peserta didik maupun sekolah.
Daftar
Pustaka
Tutut Sholihah. 2008. Strategi Pembelajaran
Yang Efektif, Jakarta: Citra Grafika Desain.
Djamarah dan Aswan
Zain.2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Renika Cipta.
Sangat membantu kak
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusTerimakasihhh
BalasHapusTerimakasih. Materinya bermanfaat sekali
BalasHapusBagus, sangat bermanfaat👍👍
BalasHapusSangat bermanfaat kakak, semoga bisa kita terapkan di lapangan nantinya🙏
BalasHapusblognya sangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat kak
BalasHapusterima kasih kak, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya bagus dan membantu sekali 👍
BalasHapus